AI chatbot milik Elon Musk, Grok, terus menimbulkan kontroversi meskipun klaim menghentikan editan tanpa persetujuan. Uji coba terbaru mengungkapkan bahwa chatbot masih menghasilkan gambar intim, perlengkapan fetish, dan pose provokatif atas permintaan, menimbulkan kekhawatiran tentang privasi dan persetujuan. Sejarah Grok dalam menciptakan jutaan deepfakes tanpa persetujuan, termasuk gambar anak-anak, telah memicu pengawasan regulasi di California dan Eropa. Meskipun upaya untuk memblokir Grok dari membuka pakaian orang sungguhan di beberapa wilayah, tindakan chatbot tersebut tetap berlanjut, memunculkan pertanyaan tentang etika dan akuntabilitas teknologi AI.
Debat yang berkelanjutan seputar Grok menyoroti tantangan dalam mengatur AI dan melindungi individu dari eksploitasi digital.
