{"id":14324,"date":"2026-09-11T08:55:47","date_gmt":"2026-09-10T22:55:47","guid":{"rendered":"https:\/\/id.freemarkettimes.com\/federasi-sepak-bola-prancis-menarik-dukungan-untuk-presiden-fifa-infantino-di-tengah-kontroversi\/"},"modified":"2026-09-11T08:55:47","modified_gmt":"2026-09-10T22:55:47","slug":"federasi-sepak-bola-prancis-menarik-dukungan-untuk-presiden-fifa-infantino-di-tengah-kontroversi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/id.freemarkettimes.com\/id\/federasi-sepak-bola-prancis-menarik-dukungan-untuk-presiden-fifa-infantino-di-tengah-kontroversi\/","title":{"rendered":"Federasi Sepak Bola Prancis Menarik Dukungan untuk Presiden FIFA Infantino di Tengah Kontroversi"},"content":{"rendered":"<p>Dalam sebuah kejutan yang mengejutkan, Federasi Sepak Bola Prancis menarik dukungannya untuk Presiden FIFA Gianni Infantino, dengan alasan kekhawatiran atas kepemimpinannya dan dampaknya terhadap citra dan persatuan sepak bola. Keputusan ini datang setelah serangkaian kontroversi, termasuk peristiwa selama Piala Dunia dan rencana penjualan Piala Dunia yang dibatalkan oleh Infantino. Langkah yang diambil oleh FFF menandai pergeseran signifikan dalam dinamika kepemimpinan FIFA dan menimbulkan pertanyaan tentang masa depan tata kelola sepak bola internasional.<\/p>\n<p>Keputusan Federasi Sepak Bola Prancis untuk menjauhkan diri dari Infantino menyoroti ketidakpuasan yang semakin meningkat di kalangan pemangku kepentingan kunci di dunia sepak bola. Tuduhan Presiden Philippe Diallo bahwa Infantino telah merusak citra sepak bola menegaskan seriusnya situasi ini. Dengan FFF menarik dukungannya untuk pencalonan kembali Infantino, kini Infantino menghadapi peningkatan pengawasan dan desakan untuk mengundurkan diri.<\/p>\n<p>Pertahanan Infantino terhadap rencana kontroversialnya untuk penjualan Piala Dunia tidak cukup untuk meredakan reaksi negatif dari komunitas sepak bola. Keputusan Federasi Sepak Bola Prancis untuk menarik dukungan menambah tekanan yang semakin meningkat pada Presiden FIFA. Dampak dari langkah ini kemungkinan akan memiliki implikasi yang luas untuk masa depan FIFA dan tata kelola sepak bola internasional.<\/p>\n<p>Kontroversi yang melibatkan Infantino datang pada saat krusial bagi olahraga tersebut, dengan para penggemar dan pemangku kepentingan mencari kepemimpinan yang kuat dan transparan. Keputusan Federasi Sepak Bola Prancis untuk memutus hubungan dengan Infantino menandakan rasa kekecewaan yang semakin meningkat terhadap keadaan tata kelola sepak bola saat ini. Sebagai salah satu anggota terkemuka FIFA, langkah FFF ini bisa mendorong asosiasi lain untuk mempertimbangkan kembali dukungan mereka untuk Presiden yang sedang berjuang tersebut.<\/p>\n<p>Kepemimpinan Infantino telah dipertanyakan dari berbagai sisi, dengan para kritikus menyoroti kurangnya akuntabilitas dan transparansi. Penarikan dukungan dari Federasi Sepak Bola Prancis adalah indikasi jelas bahwa kepercayaan pada kemampuan Infantino untuk memimpin FIFA semakin merosot. Pemilihan kembali untuk jabatan Presiden FIFA akan lebih dipantau karena dampak dari kontroversi ini terus berkembang.<\/p>\n<p>Keputusan Federasi Sepak Bola Prancis untuk menarik dukungannya terhadap Gianni Infantino adalah perkembangan penting dalam dunia sepak bola internasional. Langkah ini menegaskan ketidakpuasan terhadap kepemimpinan Infantino dan menimbulkan pertanyaan penting tentang arah masa depan FIFA. Sementara para penggemar dan pemangku kepentingan menunggu hasil dari pemilihan yang akan datang, kontroversi yang melibatkan Infantino menjadi pengingat tajam akan tantangan yang dihadapi badan pengatur olahraga tersebut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Presiden Federasi Sepak Bola Prancis, Philippe Diallo menuduh Gianni Infantino merusak citra dan persatuan sepak bola, memicu FFF untuk mengakhiri dukungannya untuk pencalonan kembali Infantino. Keputusan ini datang setelah peristiwa selama Piala Dunia dan rencana penjualan Piala Dunia yang dibatalkan oleh Infantino, menandakan pergeseran signifikan dalam dinamika kepemimpinan FIFA dan menimbulkan pertanyaan tentang masa depan tata kelola sepak bola internasional.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":14320,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-14324","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sport"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/id.freemarkettimes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14324","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/id.freemarkettimes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/id.freemarkettimes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/id.freemarkettimes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/id.freemarkettimes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14324"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/id.freemarkettimes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14324\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/id.freemarkettimes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14320"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/id.freemarkettimes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14324"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/id.freemarkettimes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14324"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/id.freemarkettimes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14324"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}